Viral Rombongan Moge Terlibat Pengeroyokan Anggota TNI, Psikolog Sebut Ini yang Jadi Pemicu Arogansi di Jalan

 Viral rombongan motor gede (moge) yang terlibat pengeroyokan dengan anggota TNI di media sosial beberapa hari lalu.

Pada video tersebut, terlihat rombongan pemotor Harley-Davidson  mengeroyok dua prajurit TNI berpangkat Serda.

Peristiwa tersebut terjadi di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Mungkin brother sudah tahu, memang sikap arogan di jalanan banyak dilakukan oleh oknum-oknum pemotor.

Bukan cuma pengguna moge, tapi juga pengguna motor lainnya.

Lalu apa sih kira-kira yang menjadi pemicunya?

Psikolog klinis dari Fakultas  Psikologi Universitas Padjadjaran Bandung, Aulia Iskandarsyah mengatakan ada banyak hal yang membuat pengendara tersulut emosi saat di jalan.

Salah satunya adalah dikarenakan hilangnya rasa toleransi, dan lebih bersikap arogan saat berkendara.

"Pada saat berkendaraan di jalan orang dihadapkan dengan banyak hal yang memicu seseorang menjadi emosional, misalnya perilaku berkendaraan orang lain, panas jalanan bahkan macet," kata Aulia, Minggu (1/11/2020).

Ia mengatakan, mengemudikan kendaraan tidak hanya sehat secara fisik, tapi juga mental karena menghadapi lingkungan, provokasi, dan gangguan yang datang dari luar kendaraan.

"Ini yang seringkali membuat orang bertindak didasari emosi marah yang dirasakannya dengan cara memukul, menacap gas, memotong kendaraan didepannya dll," ungkapnya.

Ia mengatakan, reaksi spontan yang didasari emosi tidak terkendali ini seringkali muncul dalam bentuk perilaku yang agresif.

"Contohnya seperti pengendara di dalam video tersebut," ucapnya.

Dikutip dari GridOto.com, berikut ini sederet prilaku arogansi pengguna kendaraan di jalan raya;


1. Melawan arah tanpa perasaan bersalah

 

2. Tak menggunakan helm atau perlengkapan lain yang sudah menjadi standar pengguna sepeda motor.


3. Melaju di saat traffic light masih atau sudah berwarna merah.

 

4. Kebut-kebutan disaat jalan raya dalam kondisi padat yang berpotensi tabrakan atau bersenggolan.

 

5. Membawa benda berukuran besar dan tak lazim diangkut kendaraan kecil, karena mengganggu pengendara lain dan dapat menimbulkan kemacetan.

 

6. Mengambil jalur pejalan kaki (trotoar) pada saat kondisi jalan raya padat. Bahkan ada juga sepeda motor yang melintas di jembatan penyeberangan jalan (JPO).


7. Masuk jalur Bus Transjakarta terutama saat kondisi jalan tengah dalam puncak kemacetan.

 

8. Konvoi ilegal yang kerap menerobos traffic light dan mengabaikan rambu lalu lintas (selain mobil pemadam kebakaran, ambulans, dan iring-iringan pejabat).

 

9. Mobil melaju dengan jalur zig-zag dan berpotensi tabrakan atau bersenggolan.

 

10. Mobil menggunakan bahu jalan untuk mendahului kendaraan lain dan berpotensi kecelakaan.


11. Tak tertib mengantre di loket jalan tol hingga mengakibatkan kemacetan di jalan tol.

 

12. Menggunakan lampu rem berwarna putih yang dapat menyebabkan kecelakaan.


13. Khusus untuk angkutan umum berhenti mendadak dan di tengah jalan untuk menaikan atau menurunkan penumpang. Hal ini menimbulkan kemacetan dan tabrakan mendadak.


Artikel Asli

loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Viral Rombongan Moge Terlibat Pengeroyokan Anggota TNI, Psikolog Sebut Ini yang Jadi Pemicu Arogansi di Jalan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel